Bahan Bacaan: Sosiologi Komunikasi
Rangkuman "Broadcasting, Cable, the Internet, and Beyond"
(Joseph R. Dominick et. al. 1996)
Bab 1
Sejarah Media Penyiaran
Telegraf dan telepon merupakan “nenek moyang” radio. Evolusi kedua teknologi itu mengansitisipasi banyak fakttor yang kelak membentuk perkembangan teknologi radio. Ini karena:
• Bisnis telegraf dan telepon keduanya disokong kewat sarana komersial
• Perusahaan besar datang dan mendominasi dalam dua industri tersebut
• Telepon dan telegraf merupakan media komunikasi point to point, mengirim psan pesan dari satu sumber ke satu penerima
Sementara radio yang awalnya berperan sebagai medium point to point menjadi media penyiaran yang mampu mengirmikan pesan sama ke sejumlah penerima dengan jumlah lebih besar secara serentak.
Beberapa perkembangan penemuan yang mempengaruhi hadirnya radio:
Eksperimen transmitter dan receiver radio. Guglielmo Marconi berhasil mengirim sinyal radio dalam jarak lebih dari satu mil. Ia kemudan mendirikan perusahaan komunikasi nirkabel ke daerah yang telegraf biasa (kabel) tak mampu menjangkaunya, seperti buat kapal yang berlayar di laut. Bulan Desember 1901, ia sukses mengirimkan sinyal nirkabelb berupa 3 beep pendek (simbol huruf S dalam kode Morse) menyeberangi Lautan Atlantik sejauh 2000 nautical mil.
Reginald Fessenden, insinyur listrik kelahiran Kanada, bekerja sama dengan General Electric Company mengembangkan alternator, sebentuk mesin yang mampu menghasilkan listrik untuk keperluan rumah tangga, dan mengujinya untuk mentransmisikan suara manusia tahun 1906. Sekitar tahun 1910, cara populer untuk menerima sinyal radio adalah dengan menggunakan crystal set, yang berupa mineral seperti galena dan memiliki kemampuan mendeteksi gelombang radio. Harganya murah, tapi tidak dapat menguatkan gelombang yang lemah. Lee DeForest menemukan audion, yakni alat yang digunakan mendeteksi gelombang radio dan mampu menguatkan sinyal gelombang ratusan kali. Audion memberi sumbangan penting terhadap peningkatan transmisi dan penerimaan gelombang hingga ditemukannya transistor tahun 1950-an.
Saat Perang Dunia I, Angkatan Laut (AL) Amerika mengontrol seluruh operasi radio, termasuk stasiun komersial. Sepanjang perang, AL-AS mengawasi 45 stasiun radio pantai dan delapan transmitter kekuatan tinggi yang dimiliki perusahaan American Marconi. Setelah perang, AS enggan mengembalikannya karena yakin peralatan itu punya fungsi penting sebagai komunikasi radio internasional. Perusahaan itu akhirnya dibeli dan dibentuklah RCA (Radio Corporation of America), bekerja sama dengan GE, AT&T dan Westinghouse.
Awal siaran radio dimulai tahun 1920 dengan didirikanyna stasiun KDKA. Pada tahun 1922, terdapat 28 stasiun rado dan 6 bulan kemudian meningkat menjadi 378 buah. Perkembangan pesat radio terjadi tahun 1920 hingga 1927. Radio menjadi industri besar dan kekuatan sosial utama. Iklan radio mulai muncul ketika AT&T mengenakan biaya kepada siapa saja yang ingin pesannya disampaikan ke stasiun radio. Tercatat, The Queensboro Corporation, perusahaan real estate, membayar biaya air time untuk Radio WEAF.
Radio berkembang menjadi jaringan (network) , dengan koneksi antara beberapa stasiun lewat hubungan telepon. RCA membentuk network NBC (National Broadcasting Company), terdiri dari NBC Red dan NBC Blue. NBC mendapat saingan dari CBS (Columbia Broadcasting System). Perubahan akibat adanya network terjadi karena iklan menjadi terstimulasi. Dengan sekali bayar, iklan dapat disiarkan di berbagai kawasan. Network juga merangsang munculnya budaya populer.
Undang-undang Radio Act muncul tahun 1927 yang mengatur bahwa individu tidak bisa memiliki frekuensi radio tapi bisa mndapat lisensi untuk menggunakannya. Lisensi harus diprioritaskan untuk kepentingan publik. Sementara sensor dari pemerintah tidak dibenarkan. Tahun 1934, Kongres AS mengesahkan Communicaton Act yang mengubah Federal Radio Commission (FRC) menjadi Federal Communication Commission (FCC).
Tahun 1930 hingga 1948 disebut sebagai tahun-tahun kejayaan radio ditandai dengan meningkatnya belanja untuk iklan radio dari US$ 40 juta tahun 1930 menjadi US$ 506 juta tahun 1948, juga dari 131 stasiun afiliasi meningkat menjadi 1104 pada tahun 1948. Muncul berbagai problem, mulai dari isi program yang tidak sesuai hingga penggunaan jalur penyiaran FM (frequency modulation) yang dimulai tahun 1933. Saat Perang Dunia II berakhir, ada sekitar 50 stasiun FM di AS. Radio berkembang dan pemasukan iklannya bahkan melebihi surat kabar. Radio berpengaruh pada perkembangan industrri rekaman. Di saat-saat awal, jaringan radio enggan memainkan musik dan sebaliknya industri rekaman juga enggan mengizinkan produk mereka diputar di radio, Seiring dengan makin beralihnya orang ke radio, maka usaha pemasaran rekaman akhirnya menjangkau radio.
Televisi mulai dikembangkan tahun 1880-an saat Vladimir Zworykin mengembangkan iconoscope: mata kamera televisi elektronik. Sementara Philo Farnsworth mengembangkan “image dissector” untuk menyempurnakan iconoscope. Televisi eksperimental terus dikembangkan, dan tahun 1939 penemuan itu diperkenalkan di World’s Fair, New York. Pengembangan TV komersial terhambat oleh Perang Dunia II. Pasca perang, industri penyiaran mulai menyiapkan pergeseran dari industri radio ke TV. Tahun 1948 siaran TV beroperasi, proram jaringan (network) diperkenalkan, dan pertunjukan radio banyak yang berpindah ke TV, Perkembangannya amat fenomenal, dan hingga akhir 1950 ada 105 stasiun TV AS. Sempat terjadi kemandegan tahun 1952 ketika FCC mengeluarkan peraturan yang disebut dengan dokumen Six Report and Order. Isinya antara lain tentang perlunya ditetapkan tujuan tiap stasiun TV dan harus melayani seluruh wilayah AS, dibukanya saluran baru (14-69) untuk mengakomodasi ratuan pemohon lisensi siaran TV di jalur UHF (Ultra High Frequency) dari saluran 1-13 yang sudah ditetapkan sebelumnya. Juga, aturan tentang standar warna TV, dan pengaturan tentang stasiun TV non komersial.
Periode Penyesuaian Radio. Karena TV lebih populer, radio mulai menyesuaikan diri, antara lain karena banyak bintang radio beralih ke TV. Radio kemudian beralih lebih terspesialisasi untuk format dan audiens tertentu. Ada Disc Jockey (DJ) yang berperan memainkan dan memutar musik. Di sisi lain, televsi membawa radio dan industri rekaman menjadi lebih dekat. Penyiaran radio justru meningkatkan penjualan rekaman. Sementara itu, TV memaksa radio menjadi lebih bergantung pada pendapatan lokal.
TV berkembang pesat sepanjang 1953-1962. Perusahaan RCA memperkenalkan TV berwarna tahun 1954. Dengan diperkenalkannya saluran VHF (Very High Frequency), TV tak lagi perlu dilengkapi peralatan khusus untuk menangkap siaran. Apalagi dengan adanya satelit komunikasi untuk merelay sinyal di sepanjang Samudera Atlantik, lewat satelit Telstar tahun 1962. Ada pula Community Antenna TV atau CATV, yakni dengan memasang antena di rumah penduduk dan menarik kabel dari antena ke TV dengan bayaran tertentu.
TV Publik. Perkembangan stasiun TV ini bergerak lambat selama tahun 1960-an. Perkembangan penting terjadi tahun 1967 ketika Carnegie Foundation mengadakan studi dan merekomendasikan rencana yang disebut TV Publik. Istilah penyiaran publik ini meliputi kepemilikan yang luas, dari perguruan tinggi, dewan sekoah, pemerintah, dan ormas. TV non komerasial tidak lagi dibatasi dengan program yang melulu soal pendidikan pendidikan, tetapi juga menampilkan program-program alternative. Kongres AS meloloskan Public Broadcasting Act tahun 1967, yang menjadi dasar terbentuknya Corporation for Public Broadcasting (CPB), berfungsi menyalurkan dana untuk pengembangan program dan stasiun. CPB kemudian membentuk Public Broadcasting Service (PBS) . Tapi dana untuk TV Publik tak pernah tercukupi sehingga sulit berkembang dalam jangka panjang, Meski memiliki beberapa program unggulan yang memperoleh penghargaan, masa depan TV Publik hingga akhir 1970-an kurang menjanjikan.
Perubahan TV 1975-1990. Perubahan teknologi menyebabkan kompetisi antara TV tradisional dan meningkatkan kompetisi antar dominasi network. Dikenal adanya superstation, yakni TV yang memberikan pemirsa tontonan sesuai pilihan dengan bayaran tertentu. Saat itu berkembang pula penggunaan Video Cassette Recprder (VCR).
Teknologi Penyiaran. Pada tahun 1970-an dikembangkan ENG (Electronic News Gathering) yang merevolusi cara peliputan TV yakni dengan kamera portabel dan tape recorder. Peralatan ENG ini secara teratur disambungkan dengann transmisi microwave, sehingga memungkinkan peliputan berita terkini (breaking news). Tahun 1980-an ada SNG (Satellite News Gathering), yaitu kendaraan yang dilengkapi uplink satelit sehingga memungkinkan reporter bergerak ke mana saja dan mengirimkan gambar serta berita ke stasiun pusat. Juga ada DBS (Direct Broadcasting Service), menggunakan satelit komunikasi kekuatan tingggi untuk mengirimkan program TV langsung ke panel mini di atas TV. Juga, ada TVRO (for TV Reception Only) pada tahun 1970-1980-an.
Radio di Era Video. Dengan ditemukannya transistor, radio lebih mudah dibawapbawa dan memungkinkan diciptakannya radio yang lebih kecil dan murah,. Jumlah stasiun radio FM meningkat pesat dibandingkan AM. Alasannya, FM lebih mampu menyiarkan secara stereo. Selain itu, AM sulit dijalankan karena saluran yang tersedia sudah penuh. Ketiga, stasiun FM dibentuk dengan format baru, yang lebih memanjakan pendengar.
Friday, February 22, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment